Showing posts with label demam. Show all posts
Showing posts with label demam. Show all posts

Friday, January 9, 2009

Kembang Sore



Kembang Sore
(Abutilon indicum (L.) Sweet)

Sinonim :
= Sida indicum, Linn.

Familia :
Malvaceae

Uraian :
Tanaman ini dapat ditemukan dari 1-400 m dpl. Menyukai tempat terbuka seperti di hutan, semak, tanah kosong yang terlantar, kadang ditanam di pekarangan sebagai tanaman hias. Perdu tegak berumur panjang, tinggi 0,5-3 rn, pangkalnya kerapkali berkayu dengan ranting yang keluar dari bawah, berambut pendek dan rapat. Daun letak berseling, bertangkai panjang, bentuknya seperti jantung dengan ujung runcing, tepi bergerigi atau beringgit kasar, tulang daun menjari, panjang 3-11 cm, lebar 2,5-7 cm. Bunga tunggal dengan 5 daun mahkota berwarna kuning, diameter 2-2,5 cm, bertangkai yang panjangnya 2-6 cm, keluar dari ketiak daun dan mekar setelah tengah hari. Buah bentuknya seperti bola tertekan dengan tinggi 1,5 cm, penampang 2,5 cm, terdiri dari 15-20 celah yang berisi 3 buah biji berbentuk ginjal. Herba ini merupakan tanaman yang menghasilkan serat berwarna putih. Perbanyakan dengan biji.

Nama Lokal :
Cemplok (Jawa), Barulau, belalang sumpa (Palembang); Jeuleupa (Aceh), Kembang sore kecil (Maluku),; Gandera ma cupa (Ternate);


Penyakit Yang Dapat Diobati :
Wasir, Bisul, Sakit Telinga, TB Paru (Bronkhitis), Kencing batu; Reumatik, Cacing keremi, sakit gigi, gusi bengkak, Demam, Diare; Kaligata, gondongan, Batuk, Sembelit, Kencing nanah;

Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIPAKAI:
Seluruh tanaman. Untuk penyimpanan, herba setelah dicuci bersih lalu dipotong-potong seperlunya, kemudian dijemur sampai kering.

KEGUNAAN:
Daun / seluruh tanaman:
- Pembengkakan saluran telinga yang menyebabkan rasa sakit,
pendengaran menurun atau teiinga berdenging (tinnitus).
- Demam, gondongan (epidemic parotitis).
- TB paru, radang saluran napas (bronchitis).
- Kencing sedikit (oliguria), kencing nanah, kencing batu.
- Radang kandung kencing, radang saluran kencing (urethritis).
- Diare.
- Bisul (furunkeo, kaligata (urticaria).
- Sakit gigi, gusi bengkak.
- Rematik.

Akar:
- Batuk.
- Kencing nanah.
- Diare.
- Radang telinga tengah (otitis media).
- Wasir.
- Demam.

Biji:
- Disentri. Sembelit. Kencing nanah, cystitis kronis. Cacing keremi.
- Bisul.

PEMAKAIAN:
Untuk minum:
Seluruh tanaman: 15-30 g (bahan segar: 30-60 g), rebus.
Akar: 10-15 g, rebus.
Pemakaian luar: Daun dilumatkan sampai halus, untuk bisul dan koreng,

CARA PEMAKAIAN:
1. Wasir:
150 g akar direbus dengan air secukupnya sampai kental. Diminum
100 cc, sisanya diuapkan ke lubang dubur selagi panas.

2. Bisul:
1 buah biji kering digiling menjadi bubuk, lalu diseduh dengan 1
cangkir air panas, hangat-hangat diminum. Daunnya setelah dicuci
bersih dilumatkan dan tambahkan madu secukupnya, tempelkan
pada bisul.

3. Sakit telinga, pendengaran menurun:
60 g herba segar atau 20-30 buah dicuci bersih lalu direbus dengan
daging tanpa lemak. Setelah dingin disaring lalu diminum. Lakukan
setiap hari.

4. Tuberkulose paru (TB paru) yang masih ringan:
30 g akar kembang sore, 30 g akar 1 lex asprelia, 15 g Mahonia
japonica, direbus. Setelah dingin disaring, dibagi dalam 3 bagian
untuk diminum habis dalam satu hari.

5. Kencing batu:
Herba direbus, dipakai untuk merendam tubuh. Untuk tapalnya,
ambil daun secukupnya, setelah dicuci bersih lalu digiling sampai
halus dan dipakai sebagai tapal pada pinggang dan kandung
kemih. Harus sering diganti, karena daunnya berbau busuk.

6. Rematik:
Rebusan herba ini dipakai untuk mandi atau sebagai kompres pada
bagian tubuh yang sakit.

7. Cacing kerami pada anak:
Biji digiling halus lalu digulung seperti rokok kemudian dibakar.
Asapnya ditiupkan kelubang dubur.

8. Sakit gigi, gusi bengkak:
Daun direbus, hangat-hangat dipakai untuk kumur-kumur.

CATATAN :
- Hati-hati bila pemakai sedang hamil.
- Kasingsat (Cassia occidentalis)



BAGIAN YANG DIPAKAI: Seluruh tanaman. Untuk penyimpanan, herba setelah dicuci bersih lalu dipotong-potong seperlunya, kemudian dijemur sampai kering. KEGUNAAN: Daun / seluruh tanaman: - Pembengkakan saluran telinga yang menyebabkan rasa sakit, pendengaran menurun atau teiinga berdenging (tinnitus). - Demam, gondongan (epidemic parotitis). - TB paru, radang saluran napas (bronchitis). - Kencing sedikit (oliguria), kencing nanah, kencing batu. - Radang kandung kencing, radang saluran kencing (urethritis). - Diare. - Bisul (furunkeo, kaligata (urticaria). - Sakit gigi, gusi bengkak. - Rematik. Akar: - Batuk. - Kencing nanah. - Diare. - Radang telinga tengah (otitis media). - Wasir. - Demam. Biji: - Disentri. Sembelit. Kencing nanah, cystitis kronis. Cacing keremi. - Bisul. PEMAKAIAN: Untuk minum: Seluruh tanaman: 15-30 g (bahan segar: 30-60 g), rebus. Akar: 10-15 g, rebus. Pemakaian luar: Daun dilumatkan sampai halus, untuk bisul dan koreng, CARA PEMAKAIAN: 1. Wasir: 150 g akar direbus dengan air secukupnya sampai kental. Diminum 100 cc, sisanya diuapkan ke lubang dubur selagi panas. 2. Bisul: 1 buah biji kering digiling menjadi bubuk, lalu diseduh dengan 1 cangkir air panas, hangat-hangat diminum. Daunnya setelah dicuci bersih dilumatkan dan tambahkan madu secukupnya, tempelkan pada bisul. 3. Sakit telinga, pendengaran menurun: 60 g herba segar atau 20-30 buah dicuci bersih lalu direbus dengan daging tanpa lemak. Setelah dingin disaring lalu diminum. Lakukan setiap hari. 4. Tuberkulose paru (TB paru) yang masih ringan: 30 g akar kembang sore, 30 g akar 1 lex asprelia, 15 g Mahonia japonica, direbus. Setelah dingin disaring, dibagi dalam 3 bagian untuk diminum habis dalam satu hari. 5. Kencing batu: Herba direbus, dipakai untuk merendam tubuh. Untuk tapalnya, ambil daun secukupnya, setelah dicuci bersih lalu digiling sampai halus dan dipakai sebagai tapal pada pinggang dan kandung kemih. Harus sering diganti, karena daunnya berbau busuk. 6. Rematik: Rebusan herba ini dipakai untuk mandi atau sebagai kompres pada bagian tubuh yang sakit. 7. Cacing kerami pada anak: Biji digiling halus lalu digulung seperti rokok kemudian dibakar. Asapnya ditiupkan kelubang dubur. 8. Sakit gigi, gusi bengkak: Daun direbus, hangat-hangat dipakai untuk kumur-kumur. CATATAN : - Hati-hati bila pemakai sedang hamil. - Kasingsat (Cassia occidentalis)

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Manis, tawar, netral. Membersihkan panas dan lembab di dalam tubuh (antipiretik), melancarkan peredaran darah, anti radang, peluruh dahak dan peluruh kencing (diuretik). Daun: Manis, kelat, hangat. Akar: Manis, tawar, sejuk. Peluruh kencing, menenangkan organ paru (pulmonary sedative), masuk kedalam meridian ginjal. Biji: Peluruh kencing, laksans, peluruh dahak, aphrodisiak. KANDUNGAN KIMIA: Asam amino, asam organik, zat gula dan flavonoid yang terdiri dari gossypin, gossypitrin dan cyanidin-3-rutinoside. Biji mengandung minyak raffinose (C18 H32 O16).


BookmarkAddict.com

Monday, September 29, 2008

Bawang Merah


BAWANG MERAH

Nama latin: Allium cepa L

Nama daerah: Brambang; Bawang beureum; dasun merah

Deskripsi tanaman: Herba semusim, tidak berbatang. Daun tunggal memeluk umbi lapis. Umbi lapis menebal dan berdaging, warna merah keputihan. Perbungaan berbentuk bongkol, mahkota bunga berbentuk bulat telur. Buah batu bulat, berwarna hijau. Biji segi tiga warna hitam.

Habitat: Dibudidayakan pada dataran rendah sampai 1300 m dpl., pada daerah lembab dan cukup air.

Bagian tanaman yang digunakan: Umbi lapis

Kandungan kimia: Minyak atsiri; sikloaliin; metilaliin; dihidroaliin; flavonglikosida; kuersetin; saponin; peptida; fitohormon; vitamin; zat pati

Khasiat: Bakterisid; ekspektoran; diuretik

Nama simplesia: Cepae Bulbus

Resep tradisional:

Batuk:
Umbi bawang merah 4 g; Daun poko 4 g; Daun sembung 3 g; Daun pegagan 4 g; Buah adas 2 g; Air 125 ml, Dipipis, dibuat pil atau direbus, Diminum sehari 1 kali, pagi hari 100 ml, dipipis diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir, pil, diminum 3 kali sehari 9 pil.

Kencing manis:
Umbi bawang merah (dirajang) 4 g; Buah buncis (dirajang) 15 g; Daun salam (dirajang) 120 ml, Direbus, Diminum 1 kali sehari 100 ml.

Demam:
Umbi bawang merah (potong tipis) secukupnya; Minyak kelapa secukupnya; Minyak kayu putih secukupnya, Diremas-remas, Minyak tersebut dioleskan pada perut yang kembung, seluruh badan, kaki, dan tangan pada anak yang demam.

Perut kembung
Kupas 2-3 bawang merah, cuci, parut. Ambil 2 sendok makan minyak goreng, 1/2 sendok makan minyak kayu putih, seiris jeruk nipis diambil airnya atau air dari sedikit asam jawa, campurkan. Gosokkan ke perut dan sekitarnya. Jika belum kentut ulangi kira-kira seperempat jam kemudian. (4)

Masuk angin.
5 bawang merah dikupas, cuci, parut; tambahkan 1 sendok makan air larutan kapur sirih (kapur sirihnya cukup seujung kelingking). Gosokkan ke perut, punggung, tengkuk, dan kaki. (4)

Kerokan.
2 bawang merah dikupas, cuci, parut, campurkan 2 sendok makan minyak goreng. (4)

Kerokan pada anak-anak.
1 bawang merah dikupas, cuci, potong jadi 2 lalu digosokkan ke kulit anak. (4)

Disentri.
3 bawang merah dikupas, 1/2 cangkir daun patikan cina, 5 cm pulasari, cuci, iris, taruh di mangkuk, lalu dikukus kira-kira 1 jam. Saring dengan kain bersama cairan yang terkumpul di mangkuk. Takaran itu untuk 2 kali minum. Ulangi hingga sembuh. (4)

Hipertensi.
3 bawang merah, dikupas, cuci, telan utuh atau diiris kasar dulu baru dimakan. (4)

Diabetes.
3 bawang merah, 10 buncis, 10 daun salam dicuci, iris, rebus dengan 1/2 gelas air, saring, minum airnya sekali sehari. Periksakan gula darah 2 minggu kemudian. (4)

Kutu air/kakirangen.
3 bawang merah dikupas, cuci, parut, campur dengan 1 sendok makan minyak kelapa, didihkan. Hangat-hangat dioleskan ke sela-sela jari kaki yang telah dicuci dengan air hangat dan dikeringkan. Hindari tempat becek dan kaki basah. (4)

Bisul/luka.
1 bawang merah dikupas, cuci, parut, lalu tempelkan ke bisul/luka. (4)

Payudara bengkak/mastitis.
5 bawang merah dikupas, cuci dengan air hangat, diparut, tempelkan ke payudara, tetapi jangan kena putingnya. (4)

Melancarkan air seni pada anak disertai demam. Gejala ini biasanya diikuti dengan stuip. Untuk mencegahnya tempelkan dan balut ramuan ini di perut bagian bawah: 5 bawang merah dikupas, cuci, secangkir peterseli dicuci, seujung kelingking tawas, semua dihaluskan.