Showing posts with label Jenis G. Show all posts
Showing posts with label Jenis G. Show all posts

Tuesday, September 30, 2008

Greges Otot


Greges Otot

(Equisetum debile Roxb.)

Sinonim :

Familia :
Equisetaceae


Uraian :
Tumbuh ditempat terbuka atau sedikit ternaungi, berkumpul pada tanah lembah berpasir dan berbatu-batu yang banyak digenangi air, sepanjang aliran air di pegunungan, tepi sungai, selokan atau di rawa-rawa. Herba ini dapat ditemukan dari 300-2.700 m dpl. Tanaman pakuan yang tumbuh tegak atau tumbuh ke atas diantara tumbuhan lain, tinggi sekitar 1 m. Pangkal kadang merayap, ujung berjuntai, batang agak lemas, berongga dengan diameter 2-10 mm, bergaris-garis, beruas panjang. Cabang-cabang berkarang keluar dari buku-bukunya, selalu hijau dengan akar rimpang yang merayap. Daun keluar di atas buku, tersusun berkarang, kecil, lancip, berbentuk sisik dan merupakan sebuah kelopak tipis. Kantong spora terletak di ujung batang, berupa bulir, panjang 1-2,5 cm bentuknya lonjong dengan ujung yang tajam. Daun spora berbentuk perisai segi enam, bertangkai, di tengah-tengah berangkai dan susunannya berkeliling. Perbanyakan dengan spora.


Nama Lokal :
Bibitungan, tata-ropongan (Sunda), lorogan haji, petungan,; sempol, tepung balung, tikei balung, tropongan (Jawa),; Sodlisoan (Madura). rumput betung, sendep-sendep (Sumatera);


Penyakit Yang Dapat Diobati :
Radang mata, Influenza, demam, diare, radang usus, hepatitis; Kencing atau berak berdarah, bengkak, tulang patah, wasir; Rematik;

Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIPAKAI:
Seluruh herba. Tanaman dicuci bersih, dipotong-potong seperlunya. Jemur untuk disimpan.

KEGUNAAN:
- Radang mata merah (acute conjunctivitis).
- Radang saluran air mata (ductus lacrimalis).
- Menghambat pembentukan selaput pada mata (pterygium).
- Influenza, demam.
- Diare, radang usus. Hepatitis.
- Kencing berdarah (hematuria), berak darah, darah haid banyak.
- Kencing kurang lancar, bengkak (edema).
- Tulang patah, rematik.
- Wasir (hemorrhoid).

PEMAKAIAN:
Untuk minum: 10-15 g herba kering, rebus.
Pemakaian luar: Dibuat parem. Digunakan untuk sakit pada persendian, digosokkan pada anak untuk memperkuat anggota gerak dan obat luka.

CARA PEMAKAIAN:
1. Tulang patah:
Bila kedudukan tulang baik, ambil 2 batang herba segar seutuhnya,
dicuci lalu ditumbuk halus, remas dengan air garam secukupnya.
Ramuan ini dipakai untuk menurap bagian yang cedera, lalu dibalut.
Diganti 2 kali sehari.

2. Hepatitis, wasir: 30 g herba,greges otot direbus, minum sebagai teh.

3. Acute conjunctivitis, radang mata:
Greges otot, biji boroco (Celosia argentea L.), bunga chrysant
(Chrysanthemum indicum), kulit sejenis jangkrik (Cryptotympana
atrata = cicada), masing-masing 10 g, rebus. Setelah dingin
disaring, minum.

4. Rematik:
15 g herba kering dan sebutir asam (Tamarindus indica) direbus
dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin
disaring, minum pagi dan sore hari, sampai sembuh.

5. Wasir:
30 g herba segar greges otot dicuci bersih lalu digiling halus.
Tempelkan pada wasirnya.

CATATAN : Pemakaian lama, dapat mengganggu fungsi ginjal.

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Manis, sedikit pahit, netral. Anti radang, peluruh kencing (diuretik), pengobatan radang mata, menghilangkan angin dan panas, astringent, antihemorrhoid, menghentikan perdarahan. KANDUNGAN KIMIA: Asam kersik 5%-10%, asam oksalat, asam malat, asam akonitat (equisetic acid), asam tanat, kalium, natrium, thiaminase dan saponin.

Gude

Gude

(Cajanus cajan [Linn.] Millsp.)

Sinonim :
= Cajanus cajan. (Linn.), Huth. = C.indicus. Spreng.

Familia :
Papilionaccae (Leguminosae)


Uraian :
Gude atau kacang gude di Jawa dibudidayakan sebagai tanaman pangan atau digunakan sebagai pupuk hijau. Tumbuhan ini dapat ditemukan dari dataran rendah sampai 2.000 m dpl. Pertumbuhannya memerlukan banyak cahaya matahari dan tidak tahan terhadap kondisi lembap. Tumbuh sebagai perdu tegak, tinggi 1 - 2 m. Batang berkayu, bulat, beralur, berbulu, hijau kecokelatan. Daun berkumpul tiga, bertangkai pendek. Helai daun bulat telur sampai elips, tersebar, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, warnanya hijau. Perbungaan majemuk, keluar dari ketiak daun, bentuk tandan, karangan bunga 15.- 30 cm, mahkota bentuk kupu-kupu, kuning. Buah polong, panjang 4 - 10 cm, berbulu, pipih, hijau. Biji kecil, bulat. Warna kulit biji bisa putih keabu-abuan, kuning, cokelat atau hitam. Polong muda dapat dimakan. Polong tua dipanggang atau dibuat sejenis tempe. Daun muda bisa dimakan mentah sebagai lalab, direbus atau dikukus. Perbanyakan dengan biji.


Nama Lokal :
Kacang hiris (Sunda), kacang bali, ritik lias (Sumatera). ; Kacang gude, gude, kacang kayu (Jawa), kance (Bugis). ; Kacang bali, ritik lias (Sumatera). kacang kaju (Madura).; Kekace, undis (Bali). lebui, legui, kacang iris, kacang turis; Puwe jai (Halmahera), fou hate (Ternate, Tidore).; Shu tuo (China), kagios, kalios, kadios, gablas (Tagalog),; Straucherbse (Jerman), pigeon pea (Inggris).;


Penyakit Yang Dapat Diobati :
Sakit kuning (jaundice), sariawan, batuk, diare, gangguam perut, ; Cacingan, batuk berdahak, luka, memar.;

Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIGUNAKAN : Daun, akar, dan biji.

KEGUNAAN :
Daun berkhasiat untuk mengatasi:
- sakit kuning (jaundice),
- sakit di dalam mulut,
- batuk, dan diare, gangguan perut.

Akar berkhasiat untuk mengatasi:
- cacingan,
- batuk berdabak, dan luka.

Biji berkhasiat untuk mengatasi:
- memar.

DOSIS PEMAKAIAN :
Daun segar sebanyak 1 - 2 genggam direbus, lalu diminum. Untuk pemakaian luar, daun segar digiling halus, lalu digunakan untuk menutup kelainan seperti kurap, herpes zooster, gatal-gatal, dan ruam kulit.

CONTOH PEMAKAIAN :
1. Kurap :
Daun gude segar sebanyak 5 g dicuci bersih lalu ditumbuk halus.
Tambahkan 1/4 sendok teh kapur sirih, aduk merata, lalu dioleskan pada kudisnya.

2. Herpes zooster :
Siapkan daun gude segar secukupnya, cuci bersih dan digiling
halus. Balurkan pada gelembung-gelembung herpes lalu ditutup
dengan kain kasa. Diganti 3 - 4 kali sehari.

3. Batuk, diare, dan gangguan perut :
Ambil daun gude segar sebanyak 2 genggam, cuci dan rebus
dengan 3 gelas air sampai tersisa separonya. Setelah dingin
disaring, minum 3 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.

4. Sakit di dalam mulut :
Ambil daun gude muda secukupnya, cuci bersih dan kunyah.
Biarkan beberapa saat, baru ampasnya dibuang.

5. Sakit kuning:
Ambil daun gude segar secukupnya, cuci dan giling halus. Air
perasannya ditampung sampai terkumpul 1/2 cangkir. Tambahkan
garam seujung sendok teh. Aduk, lalu diminum. Lakukan 2 kali
sehari, sampai sembuh.

6. Memar :
Ambil biji gude secukupnya lalu giling sampai halus. Tambahkan
sedikit air sampal menjadi seperti bubur. Turapkan pada bagian
tubuh yang memar.

Komposisi :
KANDUNGAN KIMIA : Daun gude mengandung flavonoida, saponin, dan polifenol. Sedangkan batang mengandung flavonoida, saponin, dan tanin.

Ganda Rusa


GANDA RUSA

Nama latin: Justica gendarrusa L.

Nama daerah: Besi-besi; Handarusa; Gondarusa; Ghandarusa; Gandarisa; Tatok

Deskripsi tanaman: Tanaman perdu, tegak, tinggi lebih kurang 1,8 meter. Batang berkayu, segi empat, bercabang, beruas, berwarna cokelat. Daun tunggal, bentuk lanset, panjang 3-6 cm, lebar 1,5-3,5 cm, bertulang menyirip, warna hijau tua. Bunga majemuk, bentuk malai, panjang 3-12 cm, mahkota bentuk tabung, berbibir dua, berwarna ungu. Buah bentuk gada, berbiji empat, licin, masih muda berwarna hijau setelah tua hitam.

Habitat: Tanaman ini tumbuh liar di hutan dan sering dijumpai sebagai tanaman pagar.

Bagian tanaman yang digunakan: Seluruh bagian tumbuhan

Kandungan kimia: Alkaloid; Saponin; Flavonoid; Polifenol; Alkaloid yustisina; Minyak atsiri.

Khasiat: Analgesik; Antipiretik; Diaforetik; Diuretik; Sedatif

Nama simplesia: Gendarussae Folium


Resep tradisional:

Memar:
Daun gandarusa segar beberapa helai; Minyak kelapa secukupnya, Dilayukan di atas api kecil, Ditempelkan pada kulit yang memar.

Sakit kepala:
Daun gandarusa segar beberapa helai; Lada beberapa butir; Air secukupnya, Dipipis hingga berbentuk pasta, Diborehkan pada pelipis dan dahi, bila perlu dibalut dengan kain basah; diulang setiap 3 jam.

Rematik:
Daun gandarusa segar beberapa helai; Daun kecubung segar beberapa helai; Lada hitam beberapa butir; Air secukupnya, Dipipis hingga berbentuk pasta, Diborehkan pada bagian yang nyeri; bila perlu dibalut dengan kain basah; diulang setiap 3 jam; tidak dianjurkan bagi ibu hamil.

Ganyong

GANYONG

Nama latin: Canna edulis

Nama daerah: Ganyol; Laos jambe; Lembong nyindra; Ganyu; Banyur

Deskripsi tanaman: Tumbuhan semak berbatang basah yang bersifat merumpun dan menahun, berbatang lunak, tumbuh tegak dengan tinggi 0,9-1,8 meter, bentuk batang bulat sampai agak pipih dan merupakan kumpulan pelepah daun yang secara teratur dan saling tumpang tindih hingga disebut batang semu atau batang palsu. Daun tumbuhan ini lebar hijau atau kemerah-merahan, bentuk daun elips, memanjang. Bunga ganyong berbentuk terompet. Buah berbentuk bulat kecil, kulit berbintil-bintil halus, didalam buah terdapat rongga-rongga tempat menempelnya biji. Umbi tumbuhan ini umumnya berukuran panjang 60 cm dan diameternya 10 cm, berdaging tebal dan berwarna putih atau keungu-unguan.

Habitat: Tumbuh liar di tegalan atau di ladang pada tanah lembab ternaungi pada dataran rendah hingga ketinggian 2500 m dpl.

Bagian tanaman yang digunakan: Umbi

Kandungan kimia: Pati; Besi; Kalsium; Garam fosfat

Khasiat: Antifiretik; Diuretik

Nama simplesia: Cannia Rhizoma
Resep tradisional:
Panas dalam:
Umbi ganyong 30 g; Rimpang temu lawak 30 g; Air 700 ml, Direbus sampai mendidih selama 15 menit, Diminum hangat-hangat 2 kali sehari

Radang saluran kencing
Umbi ganyong 40 g; Daun kumis kucing 30 g; Akar alang-alang 20 g; Air 600 ml, Direbus sampai mendidih selama 15 menit, Diminum hangat-hangat pagi dan sore

Garut


GARUT

Nama latin: Marantha arundinacea L.

Nama daerah: Larut; Rarut; Jelarut; Salarut; Waerut; Nggarut; Irut; Angkrik; Arus

Deskripsi tanaman: Tanaman semak semusim, tinggi 75-90 cm. Berbatang semu, bulat, membentuk rimpang, berwarna hijau. Daun tunggal, bulat memanjang, ujung runcing, bertulang menyirip, panjang 10-27 cm, lebar 4-5 cm, berpelepah, berbulu, berwarna hijau. Bunga majemuk bentuk tandan, kelopak bunga hijau muda, mahkota bunga berwarna putih. Buah kotak, bulat berwarna hijau.

Habitat: Dapat dibudidayakan pada tanah gembur dan cukup air pada ketinggian 1500 m dpl.

Bagian tanaman yang digunakan: Rimpang

Kandungan kimia: Zat pati

Khasiat: Anti diare

Nama simplesia: Marantae Rhizoma


Resep tradisional:

Mencret:
Tepung garut 1 sendok; Gula 1 sendok makan; Garam 1/4 sendok teh; Daun jambu biji 7 lembar; Air 100 ml, Dibuat infus, Diminum 3 kali sehari; tiap kali minum 100 ml

Gempur Batu

Nama latin: Borreria hispida Schum.

Nama daerah: Gempur watu; Kertas watu; Hancur batu; Bulu lutung; Remuk sela.

Deskripsi tanaman: Tumbuhan liar di hutan-hutan. Daun berbentuk tombak dan berakar, daun agak kasar. Bunga kecil-kecil warnanya putih.

Habitat: Tumbuh liar di hutan, di ladang pada tanah agak lembab pada dataran rendah sampai ketinggian 500 m dpl.

Bagian tanaman yang digunakan: Seluruh bagian tumbuhan

Kandungan kimia: Zat kalium

Khasiat: Astringen

Nama simplesia: Borreriae hispidae Herba


Resep tradisional:

Batu empedu:
Herba gempur batu segar 2 genggam; Air 110 ml, Dibuat infus atau pipisan, Diminum 2 kali sehari tiap kali minum 100 ml; Apabila dibuat pipisan diminum 2 kali sehari; tiap kali minum 1/4 cangkir.

Batu ginjal:
Herba gempur batu segar 2 genggam; Herba meniran segar 7 pohon; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 2 kali sehari; pagi dan sore; tiap kali minum 100 ml.

Gambir

Gambir

(Uncaria gambir (Hunter.) Roxb.)

Sinonim :
Ourouparia gambir Roxb. Nauclea gambir

Familia :
Rubiaceae.


Uraian :
Tanaman perdu, tinggi 1-3 cm. Batang tegak, bulat, percabangan simpodial, warna cokelat pucat. Daun tunggal, berhadapan, bentuk lonjong, tepi bergerigi, pangkal bulat, ujung meruncing, panjang 8-13 cm, lebar 4-7 cm, warna hijau. Bunga majemuk, bentuk lonceng, di ketiak daun, panjang lebih kurang 5 cm, mahkota 5 I ielai berbentuk lonjong, warna ungu, buah berbentuk bulat telur, panjang lebih kurang 1,5 cm, warna hitam. Bagian yang Digunakan Sari daun yang dikeringkan (gambir).


Nama Lokal :
NAMA SIMPLISIA Terra Japonica, Gele Catechu; Gambir.


Penyakit Yang Dapat Diobati :
SIFAT KHAS Pahit dan kelat. KHASIAT Astringen dan hemostatik. PENELITIAN Zulfadli, 1989. Farmasi, FMIPA UNAND. Telah dilakukan uji mikrobiologi ekstrak daun dan ranting Gambir terhadap beberapa bakteri penyebab diare secara in vitro. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata ekstrak daun dan ranting Gambir dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab diare.

Pemanfaatan :
KEGUNAAN
1. Disentri.
2. Mencret.
3. Luka bakar (obat luar).
4. Luka (obat luar).
5.Sariawan mulut (obat kumur).
6. Suara parau (obat kumur).

RAMUAN DAN TAKARAN
Mencret
Ramuan:
Gambir sepotong
Induk Kunyit sepotong
Herba Patikan Cina segar segenggam
Air 110 ml

Cara pembuatan:
Dibuat infus.

Cara pemakaian:
Diminum 1 kali sehari 100 ml.

Lama pengobatan:
Diulang selama 3 hari. Bila belum sembuh segera dibawa ke dokter terdekat.

Suara Parau dan Sariawan Mulut
Ramuan:
Gambir sepotong
Daun Sirih segar 3 helai
Air 110 ml

Cara pembuatan:
Dibuat infus atau seduhan.

Cara pemakaian:
Untuk berkumur 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali 100 ml.

Lama pengobatan:
Diulang selama 7 hari.

Catatan
Ada beberapa bentuk Gambir antara lain:
1. Gambir Bulat.
2. Gambir Papan.
3. Gambir Paku.
Gambir merupakan bahan penting untuk makan sirih (nginang). Kebiasaan makan sirih menyehatkan gusi, gigi, dan tenggorokan.

Komposisi :
Kandungan Kimia Katekin, kuersetin, zat samak katekin, merah katekin, lendir, lemak, dan malam.

Gadung


Gadung

(Dioscorea hispida Dennust)

Sinonim :
Dioscorea daemona Roxb. Dioscorea hirsuta Bl. Dioscorea triphylla Auct.

Familia :
Dioscoreaceae


Uraian :
Semak, menjalar, permukaan batang halus, berduri, warna hijau keputihan. Daun tunggal, lonjong, berseling, ujung lancip, pangkal tumpul, warna hijau. Perbungaan bentuk tandan, di ketiak daun, kelopak bentuk corong, mahkota hijau kemerahan. Buah bulat setelah tua biru kehitaman. Biji bentuk ginjal. Bagian yang Digunakan Rimpang.


Nama Lokal :
NAMA DAERAH: Bitule, Bunga meraya (Manado); Gadung, Gadung ribo (Sumatera Barat); Gadung (Sunda); Gadung (Jawa); Ghadhung (Madura); Gadung, Sikapa, Skapa (BeIitung); Iwi (Sumbawa); . Ondot in lawanan, Pitur (Minahasa); Siapa (Bugis); Sikapa (Makasar); Boti (Roti); Lei (Kai); Uhulibita, Ulubita (Seram); Hayule, Hayuru (Ambon). NAMA ASING: NAMA SIMPLISIA Dioscoreae hispidae Rhizoma; Rimpang Gadung


Penyakit Yang Dapat Diobati :
SIFAT KHAS Manis dan menetralkan. KHASIAT Anti inflamasi, spasmolitik, diaforetik, dan kholagog. PENELITIAN Serafinah Indriyani, 1986. Jurusan Biologi, FMIPA UNAIR. Telah melakukan penelitian pengaruh pemberian perasan umbi Gadung terhadap oogenesis mencit. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata perasan umbi Gadung menghambat siklus ovarii yang dampaknya mempengaruhi fungsi oogenesis.

Pemanfaatan :
KEGUNAAN
-Keputihan.
-Kencing manis.
-Kusta.
-Mulas.
-Nyeri empedu.
-Nyeri haid.
-Radang kandung empedu.
-Rematik (nyeri persendian).
-Kapalan (obat luar).

RAMUAN DAN TAKARAN
Kusta (Lepra)
Penyakit kusta yang masih dini, dapat diobati dengan ramuan sebagai berikut.
Ramuan:
Rimpang Gadung beberapa keping
Buah Cabe Jawa beberapa butir
Lada Putih secukupnya
Kelapa Parutan secukupnya
Gula Aren secukupnya
Air 150 ml

Cara pembuatan:
Dibuat infus.

Cara pemakaian:
Diminum 1 kali sehari 100 ml.

Lama pengobatan:
Diulang selama 14 hari.

Kapalan
Ramuan:
Rimpang Gadung secukupnya
Air sedikit

Cara pembuatan:
Dipipis hingga seperti bubur.

Cara pemakaian:
Balurkan pada bagian kulit yang mengeras.

Lama pengobatan:
Diperbaharui setiap 3 jam.

Rematik
Selain diobati dengan obat modern atau obat tradisional dianjurkan makan Gadung.

Peringatan
Pemakaian yang terlalu banyak, dapat menyebabkan keracunan. Keracunan Gadung berakibat kejang-kejang. Penawar sementara kloralhidrat atau kalium bromida.

Catatan
Gadung merupakan umbi yang beracun. Agar dapat dimakan perlu pengolahan, seperti berikut ini. Umbi dipotong tipis-tipis, kemudian direndam dalam air yang telah dibubuhi garam. Umbi terus dialiri air sampai air cuciannya tidak berwarna putih. Setelah itu dijemur di panas matahari.
Ada beberapa jenis Gadung, antara lain:
Gadung Bunga Wangi.
Gadung Kuning.
Gadung Kelan.
Gadung Padi (bunga tidak berbau).

Komposisi :
Alkaloid dioskorina, diosgenina, saponin, furanoid norditerpena, zat pati, dan tanin.

Ginjean

m
Ginjean
(Leonurus sibiricus L.)

Sinonim :
= L. artemisia (Lour.) S.YHU. = L. heterophyllus, Sweet.

Familia :
Labiatae .

Uraian :
Herba ini tumbuh liar di pinggiran kota, sepanjang aliran air, di semak-semak, kadang ditanam di kebun. Tanaman ini dapat ditemukan dari dataran rendah sampai 2.000 m dpi. Terna semusim, tumbuh tegak, berambut, tinggi 60-100 cm. Batang berongga, beralur, beruas, bercabang, warnanya hijau. Daun tunggal, bentuk menjari, tepi bergerigi, ujung dan pangkalnya runcing, panjang 4-12 cm, lebar 5-14 cm, letak berhadapan bersilang, warnanya hijau. Bunga tersusun dalam karangan semu yang terdapat pada ketiak daun. Kelopak bergigi tajam, warnanya putih atau lembayung. Buahnya buah kotak, beruang 2- 4, coklat kehitaman. Biji berbentuk segitiga, kecil, warnanya hitam. Akarnya akar tunggang. Yang dimaksud dengan herba leonuri atau I mu cao dan dikenal juga dengan nama chongwei adalah tanaman yang berkhasiat sama dari tanaman yang bernama L.sibiricus, L.heterophyllus, L.artemisia atau L. turkestanicus V.Krecz.et Kuprian.

Nama Lokal :
Padang derman, dendereman (Sunda), seranting (Sumatera). ; Ginjean, ginjeran (Jawa). gofu hairan roriha (Ternate), ; Laranga kohori (Tidore).;


Penyakit Yang Dapat Diobati :
Haid tidak teratur, radang ginjal, bengkak, kencing berdarah; Rabun senja, radang mata, hipertensi, keputihan, terlambat haid;

Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIPAKAI: Seluruh tanaman atau buah, pemakaian segar atau yang telah dikeringkan. KEGUNAAN: Seluruh herba: - Haid tidak teratur (Menstrual irregularities). - Tidak datang haid (amenorrhea). - Nyeri sewaktu haid (dysmenorrhea), Haid terlalu banyak. - Menghilangkan gumpalan darah setelah melahirkan (Post-parturn haematoma) - Radang ginjal (nephritis). - Bengkak (edema). - Kencing sedikit (oliguria), kencing berdarah (hematuria). - Badan terasa lemah (General weakness). - Tidak subur (infertility) pada wanita. - Rabun senja, radang mata (conjunctivitis). - Darah tinggi. Pengerasan pembuluh darah (arteriosclerosis). Biji: - Tekanan darah tinggi. - Keputihan. - Terlambat haid. PEMAKAIAN: Untuk minum: Seluruh tanaman: 1-30 g, biji: 5-15 g, rebus. Pemakaian luar: Herba segar setelah dicuci bersih 1alu digiling halus, atau yang telah dijadikan bubuk, dibubuhkan pada borok dan radang kulit bernanah. CARA PEMAKAIAN: 1. Haid tidak teratur, nyeri sewaktu haid, Peranakan (uterus) tidak mengecil sempurna setelah malahirkan atau setelah dikuret (currattage): Ginjean dan Millettia reticulata masing-masing 60 g, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Tambahkan gula merah secukupnya lalu direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 1/2 gelas. Setelah dingin disaring, minum. Sehari 2 x 3/4 gelas. 2. Haid tidak teratur, darah haid berlebihan, perdarahan setelah melahirkan, Peranakan tidak mengecil sempurna setelah melahirkan: 15-20 g ginjean dicuci bersih lalu direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 1/2 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum. Sehari 2 x 3/4 gelas. 3. Nyeri haid: 20 g ginlean kering dan 10 g Corydalis ambigua (yen hu so) kering direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 1/2 gelas.Setelah dingin disaring, minum. Sehari 2 x 3/4 gelas. Minum selama haid. 4. Radang ginjal akut (Glomerulonephritis akut) dan bengkak: 180-240 g ginjean segar setelah dicuci bersih lalu direbus dengan 700 cc air bersih sampai tersisa 300 cc. Setelah dingin disaring, minum. Sehari 2 x 1 1/2 gelas. 5. Badan terasa lemah dan tidak subur pada wanita: 30-60 g ginjean segar dicuci bersih, rebus dengan telur atau ayam. Setelah dingin dimakan. 6. Peluruh haid: 10 g serbuk biji ginjean diseduh dengan 1 cangkir air panas, tambahkan 1 sendok makan madu lalu diaduk sampai merata. Setelah dingin diminum sekaligus. CATATAN : - Herba leonuri tidak beracun, pemakaian lama lidak menimbulkan efek samping. - Buah beracun. Pemakaian sebanyak 30 gram dapat menyebabkan keracunan dalam 4-6 jam. Tanda-tanda keracunan akan timbul dalam 12-48 jam setelah total pemakaian sebanyak 60-140 gram. - Gejala keracunan buah: Rasa lemah seluruh badan, kaki sukar digerakkan, rasa kering dan rasa sesak di dada. Pada kasus yang sangat berat tampak keringat sangat banyak dan lemah tak berdaya. - Wanita hamil dilarang memakai tanaman obat ini.

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Herba: Pahit, pedas, sejuk. Melancarkan sirkulasi, membuat haid menjadi teratur, peluruh kencing (diuretik), menghilangkan pembengkakan dan menciutkan rahim. Buah : Manis, sejuk, beracun. Biji: Manis, pedas. Memperbaiki penglihatan, peluruh haid (emenagog), peluruh kencing (diuretik), melebarkan pembuluh darah (vasodilator). KANDUNGAN KIMIA: 1. L.sibiricus: Leonurine, stachydrine, leonuridine, leonurinine, rutin, benzoic acid, lauric acid, linolenic acid, oleic acid, arginine, 4-guanidino-1-butanol, 4-guanidinobutytic acid, sterol, stachyose, vitamin A dan potassium chloride. 2. L.heterophyllus: Leonurine A, leonurine B, stachydrine, lauric acid, oleic acid. Buah (Leonuri fructus): Mengandung leonurinine C10 HI4 O3 N2, alkaloid I,II dan Ill, oleic acid, linoleic acid dan vitamin A.

Genje


Genje
(Clerodendron indicum [L.] O. Ktje.)

Sinonim :
C. fortunatum L., C. siphonanthus R. Br., C. lividum Lindl.

Familia :
Verbenaceae

Uraian :
Genje tumbuh liar di hutan dan ladang. Kadang ditanam di halaman dekat pagar. Tumbuhan ini bisa ditemukan pada tempat-tempat yang terkena sinar matahari atau sedikit terlindung pada dataran rendah sampai ketinggian 1.200 m dpl. Perdu tegak dengan tinggi 1-3 m ini batangnya bulat berwarna hijau, retak-retak membujur, tengahnya berongga, percabangan simpodial. Daun tunggal, bertangkai pendek, letak berkarang. Helaian daun bentuk lanset, ujung runcing, pangkal menyempit, tepi rata, pertulangan menyirip, warnanya hijau tua mengilap, panjang 7--15 cm, lebar 3-4 cm. Bunga majemuk, bentuk payung, keluar dari ketiak daun dan ujung tangkai, mahkota bentuk tabung, panjang 1-1,5 cm, warnanya putih. Buah batu, bulat telur, warnanya cokelat. Biji bulat berwarna hitam.

Nama Lokal :
NAMA DAERAH Indonesia: biduyuk, ganja, memadatan (Jakarta). Sumatera: Ronggo dipo (Palembang). )awa: genje (Sunda), daun apiun, sekar petak (Jawa). NAMA ASING Chang guan jia mo li (C), glorybower (I). NAMA SIMPLISIA Clerodendri indici Folium (daun genje), Clerodendri indici Radix (akar genje).


Penyakit Yang Dapat Diobati :
Rasanya pahit, sifatnya sejuk. Berkhasiat antiradang, pereda demam (antipiretik), pereda nyeri (analgesik), dan antibatuk (antitusif).

Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIGUNAKAN Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah daun, dan akarnya. Setelah dicuci, potong akar tipis-tipis, lalu jemur.

INDIKASI Daun dan akar genje digunakan untuk pengobatan: -radang saluran kencing, radang kandung kencing, -radang saluran napas (bronkhitis), radang tenggorok, -nyeri rongga mulut, nyeri hernia, nyeri lambung, -terkilir, memar, rematik, -demam, influenzae, -tuberkulosis paru, dan -sesak napas (asma).

CARA PEMAKAIAN: Untuk obat yang diminum, rebus 15--30 g daun atau akar genje kering, lalu minum airnya. Untuk pemakaian luar, cuci daun segar secukupnya, lalu giling sampai halus. Tempelkan pada tempat yang sakit, seperti keseleo, memar, reumatik, bisul, radang kulit bernanah, lalu balut.

CONTOH PEMAKAIAN DI MASYARAKAT Radang saluran kencing dan radang kandung kencing Sediakan daun genje dan rumput lidah ular (Hedyotis diffusa Willd.) dalam bentuk bahan kering (masingmasing 30 g). Cuci, lalu rebus dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum airnya sekaligus.Rebus ampasnya sekali lagi untuk diminum pada sore hari. Sesak napas Gulung daun genje kering (secukupnya), seperti cerutu. Bakar ujungnya, lalu isap. Demam pada anak Rebus akar genje kering (10-15 g) dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus. Lakukan 3-4 kali sehari sampai sembuh. Catatan: Clerodendron sama dengan Clerodendrum.

Komposisi :
Daun mengandung alkaloid, saponin, dan polifenol. Akar dan kulit batang mengandung saponin dan flavonoid. Akarnya juga mengandung polifenol.

Ginje

GINJE

Nama latin: Thevetia peruviana (pers)K.Schum

Nama daerah: Ginji; Ghinje

Deskripsi tanaman: Tanaman semak, semusim, tinggi lebih kurang 1,7 meter. Batang berkayu, beralur, beruas, bercabang, warna hijau. Daun tunggal, bentuk menjari, tepi bergerigi, pangkal dan ujung runcing, panjang 4-12 cm, lebar 5-14 cm, warna hijau. Bunga majemuk, bentuk malai, mahkota bentuk ginjal, warna kuning kemerahan. Buah kotak, beruang dua sampai empat, diameter lebih kurang 7,5 mm, warna cokelat kehitaman.

Habitat: Tumbuh liar di ladang dan sebagai tanaman hias pada daerah kering di dataran rendah sampai 900 m dpl.

Bagian tanaman yang digunakan: Daun

Kandungan kimia: Tevetiana (alkaloid gigitalis); Nerifolin; Perufosida; Rufosida; Minyak lemak.

Khasiat: Tonika; Diuretik; Anti bengkak.

Nama simplesia: Thevetiae nerifoliae Semen


Resep tradisional:

Infeksi kulit:
Daun ginje 17 lembar; Cabe jamu 7 biji, Ditumbuk halus dan diberi air; diremas dan disaring, Air saringan dioleskan pada bagian kulit yang infeksi 2-3 kali sehari.

Gendola


GENDOLA
(Basella rubra Linn )

Famili : Basellaceae

Daerah : Jawa Tengah : Ganjerot, Sunda : Gandola, Madura : Kandula, Melayu : Gendola, Bali : Gendola, Sulut : Tatabuwe, Gorontalo : Pailoo, Minangkabau : lembayung.

Asing : Malabar Night Shade, Lo kuei (Cina)

Sifat Kimiawi : Tumbuhan ini kaya kandungan kimia antara lain daun : organic acid, glucan,c‑carotene, mucopolysacharida seperti รจ L‑arabinose, D‑galaktose, L*rhamnose, aldonic acid saponin, Vitamin A,B dan C

Efek Farmakologis : Tumbuhan ini bersifat anti toxin, antipiretik yaitu penurun panas, mengeluarkan organisme penyebab sakit dari darah

Bagian tanaman yang digunakan : Seluruh tanaman.
Cara budidaya : Perbanyakan tanaman dg menggunakan biji atau stek batang. Pemeliharaan mudah, perlu cukup air dg cara penyiraman yg cukup, menjaga kelembaban dan pemupukan terutama pupuk dasar.

Penyakit yang dapat disembuhkan dan cara penggunaannya.
1 RADANG USUS BUNTU : Seluruh tanaman gendola sebanvak 60‑70 gram dicuci bersih, di potong‑2, di rebus dengan air secukupnya sampai bahan terendam seluruhnva. Setelah tinggal setengah, dinginkan dan minum.
2 INFLUENZA : Daun segar 15 gram di cuci lalu di rebus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1gelas. Setelah dingin di saring tambahkan sedikit gararn dan di aduk sampai larut, diminum
3 BERAK DARAH : Tanaman gendola 25 gram, kapulogo 35 gram dan seekor ayam betina tua yang telah di buang kepala, kaki dan jeroannya, di masak dengan air secukupnya. Minum airnya.
4 DADA TERASA PANAS DAN SESAK : Gendola segar 70 gram di rebus dengan air secukupnya sampai kental. Campur dengan arak, lalu diminum.
5 SEMBELIT : Daun segar dimasak makan.
6 KENCING SEDIKIT (RADANG KANDUNG KENCING), ANYANG-ANYANGEN : Daun segar 70 gram di cuci bersih, rebus dengan air secukupnva. Setelah dingin, minum seperti air teh.
7 CAMPAK (MEASLES), CACAR AIR, PUTTING SUSU PECAH-2 : Bunga 15 ‑ 30 gram di rebus, minum.
8 PEGAL LINU, REMATIK : Akar I5 ‑ 30 gram, di rebus, minum.
9 RADANG SELAPUT MATA (CONJUNGTIVITIS) : Buah 15 ‑ 30 gram di rebus, lalu diminum